a. lugu
b. polos
c. gilaaa
d. bodoh
e. agak bodoh
f. lumayan bodoh
g. sangat bodoh
mentari sudah memancarkan sinarnya. hangat dan menyenangkan. saat itu pula aku berangkat ke sekolah pukul 6 tepat. pak kusno, supir yang setia mengantar kemanapun aku pergi. sampai ke ujung kulon pun mungkin dia akan siap mengantarku. seperti biasa aku duduk di samping kemudi. lebih asik melihat lalu lalang menurutku sambil makan roti. aku belum sempat sarapan di rumah, jadi aku makan di mobil.
macet sedang tak terjadi pagi ini. si komo rupanya sudah naik motor rupanya.
jarak dari sekolahku tak seberapa jauh dari rumah. mugkin 5 kilometer. tapi bunda selalu menyuruhku untuk naik mobil. padahal aku lebih suka naik motor sendiri. yah, mungkin karena aku anak gadis satu-satunya di keluarga ini. aku punya 2 kakak laki-laki. keseharian mereka hanya bermain dan bermain. hufff ..
mobil yang kunaiki sekarang sudah hampir sampai di sekolah.
ciiitttttttt ! mobilku mengerem mendadak .
“ada apa pak?” tanyaku pada pak kusno, yang terengah-engah sekarang. mungkin kaget. dan aku pun juga kaget. acara makan rotiku jadi terputus.
“ada anak yang ngerem mendadak. saya juga ga tau mbak.” jawab Pak Kusno.
yah , baiklah, mungkin itu salah satu alasan mengapa bunda tak mengijinkanku bawa motor sendiri.
terlalu berbahaya !
mobil berjalan kembali. kutoleh anak yang kata pak kusno ngerem mendadak itu sambil meneruskan memakan rotiku. dia biasa saja. dia melihatku dengan tatapan innocent dan tanpa dosa. dan saat itu juga ada rasa aneh di dadaku. entah apa itu, aku tak bisa menjelaskan.
aku berjalan menuju kelasku setelah turun dari mobil. di koridor aku bertemu dengan anak rem itu, panggil saja dia anak rem, lebih sungkat bukan? dia pasang gaya sok cool. hiiiaks ! bikin mual aja ! udah salah, ga minta maaf, innocent lagi. hoek ! siapa sih dia ??
keadaan pagi yang sama, dan dengan orang yang sama pula aku berangkat ke sekolah. semoga ga ada lagi anak rem yang lain. tak jauh dari rumah, selalu aku melewati jalan perempatan. dan di situ pula, untuk pertama kali ... anak yang ngerem ndadak kemaren. what ? siapa sih dia ? seumur-umur aku tinggal di sini belum pernah liat dia.
***
“assalamualaikum ..” siapa yang mengucapkan salam itu? cepat-cepat kubuka pintu dan membalas salam itu, “waalaikum salam.”
di luar berdiri seorang cowok, tinggi dan proporsional. sepertinya aku mengenal dia. tapi lupa-lupa ingat !
“cari siapa ya?” tanyaku lirih.
“ini bener rumahnya Franda?” tanyanya. siapa dia kok berani menyebut namaku ?
“iya, saya sendiri. ada perlu apa? kayaknya aku ...” belum selesai aku mengucapkan kata-kata, ingatanku kembali normal. dia kan anak rem itu! ada urusan apa dia?
“aku Dhenis.” ucapnya seraya mengulurkan tangannya. kujabat saja tangannya.
“oh, masuk dulu deh.” ucapku mempersilakan dia masuk ke ruang tamu. senyumnya mengalihkan duniaku! senyuman yang mengejutkan! Tuhan, saya bahagia melihat makhluk ini lagi walau agak dongkol.
“sorry ya tempo hari aku ngerem mendadak.” ucapnya memulai pembicaraan.
“oh, gapapa. aku juga ga lecet kok.” seruku.
“oh iya, kamu kelas brpa ? sekolah dia SMANGILA juga kan ?” tanyanya.
“iya. kelas 2 sos 3. kamu ?”
“aku kelas 3 bahasa. kok ga pernah tau ya ?”
“hahaha , iya. kelasnya kan jauh. kutub utara dan selatan.” guyonku. dia pun tertawa. ya tuhan ! aku ga tahan liat senyumnya yang manis ini ...
“tau rumahku dari mana ?” tanyaku.
“sering liat aja. biasanya kamu keluar aku ikutin. rumahku ga jauh dari sini lho.” jawabnya.
“wah, kamu ngikutin aku ya ? bahaya !” guyonku lagi .. dan kamipun tertawa.
Copyright © Dis-fira. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | American Silver Eagle Coins